Adakah Aku Berguna Bagi Manusia Lain? Kehilangan Perasaan Berharga Menjadi Luka Harga Diri
Bagaimana Menjadi Berharga bagi Orang Lain?
Kita bisa menjadi berharga bagi orang lain dengan memahami bahwa nilai kita tidak hanya ditentukan oleh apa yang kita miliki, tetapi juga oleh siapa kita dan bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain. Kehilangan perasaan berharga akan menjadi luka tersendiri bagi seseorang.
Beberapa Hal Penting Bagaimana Seseorang Merasa Berharga Bagi Orang Lain
1. Menjadi Berharga Tidak Harus Menunggu "Memiliki"
A. Tidak Perlu Menunggu Kekayaan atau Keahlian Hebat: Anda tidak perlu menunggu sampai Anda kaya raya, memiliki gelar tertinggi, atau keahlian yang sangat langka untuk menjadi berharga.
B. Nilai Ada dalam Kemanusiaan: Nilai Anda terletak pada kebaikan, empati, waktu, dan perhatian yang Anda berikan. Ini adalah hal-hal yang sudah Anda miliki sekarang.
C. Aksi Kecil Berdampak Besar: Seringkali, tindakan kecil—mendengarkan seseorang, menawarkan senyum, membantu pekerjaan ringan—justru lebih bermakna dan berharga bagi orang lain daripada pencapaian besar.
Menjadi berguna bagi orang lain adalah kemuliaan. Hingga patut kita bertanya sejauh mana aku berguna kepada manusia di sekitar kita?
Manusia adalah makhluk sosial yang selalu berinteraksi dengan orang lain. Di rumah, di sekolah, pasar, kantor, dan diberbagai tempat lainnya. Kebutuhan manusia untuk berinteraksi sama pentingnya dengan kebutuhan primer lainnya.Karena itu manusia tidak bisa hidup normal tanpa orang lain, mereka akan saling membutuhkan, memberi dan diberi, menghargai dan dihargai, serta sederet aktivitas sosial yang lain. Semuanya itu untuk memenuhi kebutuhan sosial, dan aktivitas sosial yang kita lakukan seharusnya bias memberikan manfaat kepada orang lain.
Menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain adalah impian setiap orang, termasuk saya tentunya. Karena kita hidup didunia sosial, kebermanfaatan kita bagi orang lain adalah sebuah hal yang sangat positif. Besarnya manfaat kita kepada orang lain akan bias menjadikan kita pribadi yang lebih baik, lebih berkembang, lebih kuat dan lebih bersemangat tentunya.
Kita hidup di dunia ini dengan waktu yang sangat singkat. Itu telah menandakan, bahwa hari-hari yang kita lewati ternyata sangat cepat. Dengan cepatnya waktu ini, masihkah kita santai-santai? Masihkah kita ingin melakukan hal yang sia-sia? Tentunya tidak. Lalu apa yang kita harus lakukan?
2. Tips Merasa Berguna bagi Orang Lain
Berikut adalah beberapa tips sederhana untuk mulai merasa berguna:
A. Dengarkan orang lain dengan sungguh-sungguh tanpa menghakimi. Menawarkan telinga yang terbuka adalah hadiah yang sangat berharga.
B. Tawarkan bantuan nyata dalam hal-hal sehari-hari, seperti membantu pindahan, membuatkan kopi, atau menawarkan tumpangan
C. Berikan apresiasi dan pujian yang tulus. Mengakui usaha dan nilai orang lain membuat Anda menjadi sumber energi positif.
D. Fokus pada menjadi versi terbaik dari diri Anda. Semangat dan integritas Anda sendiri dapat menginspirasi dan menjadi teladan bagi orang lain.
E. Ajarkan apa pun yang Anda ketahui, sekecil apa pun (misalnya, cara menggunakan aplikasi baru, resep sederhana, atau life hack).
Kita sebagai manusia sejatinya harus berguna. Berguna bagi siapa? Bagi diri sendiri, keluarga, teman, dan lingkungan. Banyak cara bisa kita lakukan untuk saling memberi manfaat kepada orang lain. Yang paling mendasar adalah melakukan setiap kewajiban kita sendiri dengan baik, dengan benar, sehingga tidak terlalu bergantung ataupun merepotkan orang lain. Bahkan justru kita bisa membantu orang lain. Mungkin tidak secara langsung memberi manfaat kepada orang lain, tapi cukuplah menjadi dasar kita untuk berinteraksi dengan orang lain.
Kesimpulan
Banyak juga orang tergerak untuk melakukan kebaikan, menunjukkan kepedulian bagi mereka yang lemah dan tak berdaya. Tapi sayangnya, khususnya di tengah situasi bencana, kepedulian tak jarang menjadi komoditas persaingan untuk menonjolkan keunggulan masing-masing. Padahal, tanpa didasari oleh ketulusan, kepedulian kita menjadi sia-sia. Terlebih lagi jika motivasi kita sekadar mencari eksistensi diri, pujian, bahkan keuntungan.
Saat pamrih yang diharapkan tak juga diraih, kita berhenti berbuat baik karena kecewa dan merasa rugi. Banyak juga di antara kita yang seringkali silau dengan segala macam gemilangnya sebuah ketenaran. Kita kemudian jadi sering berpikir bahwa kalau kita terkenal, barulah diri kita itu bernilai dan berarti dihadapan teman dan keluarga kita serta lingkungan dimana anda dan saya berada. Tidak jarang pula kita berpikir bahwa dengan menjadi orang ngetop dan terkenal, kita mampu berguna dan membuktikan bahwa hidup kita ini sekarang telah berguna dan berhasil.
Dengan berfokus pada apa yang bisa Anda berikan saat ini, Anda secara bertahap akan membangun harga diri yang lebih kuat karena Anda melihat dampak positif yang Anda ciptakan dalam hidup orang lain.
Artikel ditulis oleh Monika Oedjoe untuk program Radio Wanita untuk Wanita

Posting Komentar
Karena saya percaya pengalaman Anda adalah berharga bagi keluarga lainnya.