Apakah Anda Seorang Pelupa? Begini Cara Mengatasinya Supaya Tidak Keterusan

Table of Contents

Mengapa Orang Menjadi Pelupa?

Lupa adalah fenomena yang sangat umum dan dapat disebabkan oleh banyak faktor, baik sementara maupun permanen. Lupa bisa dialami oleh siapapun, dan tidak dibatasi oleh umur. Beberapa penyebabnya adalah:
1. Masalah Perhatian (Gagal Encoding): Seringkali, kita tidak benar-benar lupa, tetapi informasi tersebut tidak pernah tersimpan dengan baik di memori kita sejak awal. Ini terjadi ketika kita sedang terganggu atau tidak fokus saat informasi diterima.
2. Penuaan Alami: Seiring bertambahnya usia, sel-sel otak (neuron) tidak bekerja secepat dan seefisien sebelumnya, menyebabkan penurunan memori yang ringan.
3. Stres, Kecemasan, dan Kurang Tidur: Kondisi ini mengganggu kemampuan otak untuk membentuk dan mengambil kembali ingatan. Kurang tidur kronis sangat merusak konsolidasi memori.
4. Gangguan Medis/Penyakit: Beberapa kondisi, seperti depresi, masalah tiroid, kekurangan vitamin B12, atau kondisi neurodegeneratif (misalnya, Alzheimer), dapat menyebabkan masalah memori yang signifikan.
5. Efek Samping Obat-obatan: Beberapa jenis obat (misalnya, obat tidur, antidepresan, atau obat penenang) dapat memengaruhi memori sebagai efek samping.

Pelupa disebabkan oleh banyak hal, seperti faktor umur, banyak urusan, banyak masalah, kelelahan, kehilangan konsentrasi, salah fokus. Tapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Berbagai cara bisa dilakukan supaya kita tidak menjadi pelupa.

Misalnya kita berjumpa seseorang tetapi dalam hati bertanya-tanya siapa ya nama orang itu? Atau suatu kali kita bertanya-tanya dimana ya tadi saya taruh buku saya? Atau kita masuk ke suatu ruangan lalu lha…mau apa ya saya tadi? 

Pernahkah anda mengalami hal ini? Kadang-kadang kita memang mengalami kesulitan untuk mengingat sesuatu. Setiap manusia pasti memiliki sifat pelupa yang  terkadang membuat orang tersebut menjadi sulit untuk menjalankan aktivitasnya. Bahkan tidak jarang orang yang pelupa menjadi stress dengan keadaannya sehingga menambah beban hidupnya lebih buruk.

Saat dihadapkan dengan tumpukan pekerjaan, rasa lelah, berbagai macam masalah, orang seringkali menjadi ceroboh dan pelupa. Akibatnya beberapa tugas dan kewajiban menjadi terbengkalai karena lupa dikerjakan. Jangan buru-buru menyimpulkan bahwa anda sudah mulai pikun. Ternyata ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kita menjadi pelupa antara lain:

  1.  Berlebihnya beban informasi sehingga otak kita menjadi tidak fokus
  2. Stress, cemas atau depresi 
  3. Mengalami penyakit yang berkepanjangan
  4. Informasi yang diterima tidak lengkap dan tidak tertangkap dengan baik
  5. Kurang tidur

Lupa adalah suatu kondisi dimana suatu informasi yang telah disimpan dalam memori otak jangka panjang hilang. Penyakit lupa ini bisa dialami oleh siapa saja, tetapi kebanyakan yang lebih sering terserang penyakit lupa ini adalah kaum wanita, benar tidak? Ada saja alasan yang menjadi pembenaran seperti kaum wanita kan memang banyak yang harus diurus. Suami, rumah tangga, belanja, memasak, mendidik dan merawat anak, belum lagi yang masih bekerja di luar rumah. Karena overload maka bisa saja kita terkadang lupa akan hal-hal tertentu. 

Cara Mengatasi Kebiasaan Lupa (Tips Praktis)

Agar tidak mudah lupa, fokuslah pada tiga aspek utama berikut ini yaitu mencatat, mengorganisir, mengulang, dan menjaga kesehatan otak.

1. Mencatat dan Mengorganisir

a. Buat Daftar dan Catatan: Selalu tuliskan tugas, janji, atau ide penting segera setelah muncul. Gunakan buku catatan atau aplikasi digital.

b. Gunakan Kalender/Alarm: Jadwalkan janji dan tugas, dan atur alarm sebagai pengingat spesifik.

c. Simpan Barang di Tempat yang Sama: Letakkan kunci, dompet, dan kacamata selalu di lokasi yang ditetapkan (misalnya, keranjang di dekat pintu).

2. Teknik Memori (Pengulangan dan Asosiasi)

- Pengulangan Jeda (Spaced Repetition): Jangan hanya mengulang informasi sekali. Ulangi informasi tersebut dalam interval waktu yang meningkat (misalnya, 1 jam kemudian, 1 hari kemudian, 3 hari kemudian).

- Gunakan Asosiasi/Visualisasi:  Hubungkan informasi baru dengan sesuatu yang sudah Anda ketahui atau buat gambar mental yang lucu dan aneh tentangnya. Contoh: Untuk mengingat nama "Budi," bayangkan dia sedang buang air di atas atap.

- Ajarkan pada Orang Lain: Proses menjelaskan sesuatu pada orang lain memaksa otak Anda untuk mengorganisir dan mengingat informasi tersebut dengan lebih baik.

3. Kesehatan Otak (Gaya Hidup)

- Tidur Cukup: Usahakan tidur 7-9 jam setiap malam. Saat tidur, otak memproses dan mengkonsolidasikan ingatan.

- Aktivitas Fisik Teratur: Olahraga meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk otak, yang membantu fungsi memori.

- Latih Otak: Lakukan teka-teki, pelajari keterampilan baru, atau mainkan permainan yang menantang pikiran Anda secara teratur.

- Kelola Stres: Praktikkan teknik relaksasi seperti meditasi atau pernapasan dalam.

Menjadi pelupa memang biasanya meningkat seiring dengan bertambahnya usia, namun hal itu kini umum dialami oleh kita semua, bahkan anak-anak pun sering memberi alasan dengan mengatakan “Saya lupa”.

Lupa adalah hal yang lazim terjadi, hal yang sederhana tetapi terkadang juga bisa membahayakan seperti pada saat kita sedang keluar rumah tiba-tiba baru saja teringat kalau belum mematikan kompor atau setrika, wah kalau itu sih bahaya juga ya.

Ada beberapa cara untuk meningkatkan ingatan agar kita tidak mudah lupa: 

  1. Punya rencana
  2. Seseorang yang memiliki sifat pelupa wajib memiliki daftar untuk menulis segala rencana termasuk hal-hal kecil sekalipun
  3. Lebih rapi.  Meletakkan kembali barang-barang di tempatnya dan merapikan barang-barang sesuai dengan jenisnya sehingga lebih mudah untuk dicari
  4. Tidak mudah panik. Tidak menjadi panik dan kesal ketika lupa akan sesuatu, panik akan menyebabkan semakin bertambah lupa
  5. Jangan menunda sesuatu
  6. Makan makanan sehat secara teratur, makanan adalah sumber energi yang dapat menjaga sel-sel otak agar tetap sehat
  7. Waktu istirahat yang cukup
  8. Rutin berolahraga

Melatih otak bisa dilakukan dengan kegiatan-kegiatan latihan fisik dan mental dengan hal-hal yang kreatif. Bisa juga dicoba untuk melakukan kegiatan-kegiatan di luar rutinitas kita seperti berkebun, aerobic, berenang atau jenis olahraga dan kegiatan outdoor lainnya. Selain itu meminum air putih yang cukup dan suplemen vitamin D bisa juga meningkatkan daya ingat khususnya bagi kaum wanita.

Tapi taukah anda sobat wanita, ada satu jenis lupa yang paling tragis yang bisa saja dialami oleh manusia. Ya, jika kita lupa akan Tuhan. Lupa akan cinta kasih Tuhan, lupa akan perintah-perintah Tuhan serta lupa untuk mencintai Tuhan dan sesama. Firman Tuhan dalam Mazmur 103:13, 17-18 mengatakan “Seperti Bapa sayang kepada anak-anakNya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia… Kasih setia Tuhan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilanNya bagi anak cucu, bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjianNya dan yang ingat untuk melakukan titahNya.”  

Ternyata Tuhan selalu setia walaupun kita terkadang tidak setia. Jadi separah apapun penyakit lupa kita, tetapi jangan pernah kita lupa akan Tuhan. Apa yang kita miliki semua berasal dari Tuhan, apa yang kita raih bukan semata-mata kerja keras kita tetapi adalah berkat Tuhan. Tanpa Tuhan semua akan sia-sia. Jangan pernah lupa akan kebaikan Tuhan, jangan menjadi seperti kacang yang lupa kulitnya.

Posting Komentar