Merencanakan Pernikahan dengan Matang Supaya Berhasil Membahagiakan

Table of Contents

Mempersiapkan dengan Matang Pernikahan Kunci Keberhasilan

Merencanakan pernikahan harus dimulai oleh pasangan yang memang sudah berkomitmen untuk melangsungkan pernikahan. Bicarakan berdua sebelum disampaikan kepada orang tua masing-masing. Hal terpenting untuk merencanakan pernikahan adalah biaya.
 
Tentu saja berbicara masalah biaya sedikit masuk daerah sensitif, tetapi mau tidak mau harus dibicarakan berdua. Kejujuran dan kesiapan dana yang ada akan menentukan, apakah acara pernikahan nantinya akan menjadi pernikahan sederhana atau pernikahan yang mewah. Artinya kedua calon yang akan melangsungkan pernikahan benar-benar menghitung posisi keuangan. Karena itulah yang akan menentukan sederhana atau meriahnya sebuah pernikahan yang akan diadakan.

Berbagai hal perlu didaftar atau semacam checklist rencana pernikahan itu sendiri karena menyangkut banyak hal yang harus didaftar. Namun bila rencana pernikahan itu sejak awal sudah dipikirkan oleh masing-masing orang tua dan sudah ditentukan oleh pihak orang tua siapa yang akan mengadakan acara tersebut tentunya ini akan lebih mudah.

Daftar Persiapan Matang Pernikahan

Menikah memang salah satu proyek besar dalam hidup yang menggabungkan elemen logistik, finansial, hingga emosional. Menggunakan daftar (checklist) sangat disarankan agar tidak ada detail yang terlewat di tengah tekanan mental menjelang hari-H.
Secara umum, berikut adalah kerangka persiapan yang perlu dipikirkan, dari yang paling krusial hingga pelengkap:

1. Fondasi Utama (The Big Three)

1. Ini Daftar persiapan Menikah

Sebelum memilih dekorasi atau baju, tiga hal ini harus dikunci terlebih dahulu:
a. Anggaran (Budget): Menentukan siapa yang membayar dan berapa batas maksimalnya. Ini akan menjadi filter untuk semua keputusan berikutnya.
b. Daftar Tamu: Estimasi jumlah orang sangat menentukan besar ruangan dan biaya katering (biasanya porsi terbesar dari anggaran).
 c. Tanggal dan Lokasi: Mencari tanggal yang tersedia di tempat ibadah (KUA/Gereja/Vihara) dan gedung atau lokasi acara.

2. Aspek Legal dan Administrasi

Jangan sampai asyik mengurus pesta tapi lupa urusan negara.
a. Dokumen Kependudukan: KTP, KK, Akta Kelahiran, dan surat pengantar dari RT/RW.
b. Kursus Pra-Nikah: Beberapa institusi agama mewajibkan sertifikat bimbingan perkawinan sebelum hari-H.
c. Tes Kesehatan (Premarital Check-up): Penting untuk mengetahui kondisi kesehatan reproduksi dan genetika demi masa depan.

3. Vendor dan Pelaksanaan

Jika tidak menggunakan Wedding Organizer (WO) yang komprehensif, Anda perlu mengkurasi sendiri:
a. Katering: Lakukan food tasting sebelum membayar DP.
 * Pakaian & Rias (MUA): Apakah akan menjahit sendiri, menyewa, dan siapa yang merias keluarga inti.
 b. Dokumentasi: Fotografer dan videografer adalah investasi karena hanya ini yang tersisa setelah acara selesai.
c. Hiburan & Sound System: Musik pengiring agar suasana tidak sepi.

4. Detail "Hari-H" yang Sering Terlupa

a. Seragam Keluarga: Koordinasi warna dan bahan.
b. Mahar & Seserahan: Menyiapkan barang-barang yang bermakna dan sesuai tradisi/kesepakatan.
c. Undangan & Souvenir: Menentukan apakah akan menggunakan undangan fisik atau digital (lebih hemat dan praktis).
 d. Susunan Acara (Runsheet): Siapa melakukan apa dan jam berapa, termasuk siapa yang akan menjadi saksi atau pemberi sambutan.

Tips Tambahan: Skala Prioritas

Mulailah dengan duduk bersama pasangan untuk menyatukan visi. Apakah kalian ingin pernikahan yang "intim" (hanya keluarga dan teman dekat) atau "perayaan besar" (mengundang seluruh kolega)? Jawaban ini akan mengubah seluruh daftar di atas secara signifikan.

Namun demikian bukan berarti semua daftar kerepotan dalam pernikahan itu sendiri akan diserahkan kepada pihak orang tua. Karena bagaimanapun pelaku yaitu calon pengantin benar-benar harus tahu semua prosesi rencana pernikahan itu sendiri.

Bila pencetus rencana pernikahan itu datang dari cewek dan cowok sendiri, maka perlu diatur untuk menyampaikan rencana pernikahan itu sendiri kepada keluarga. Nantinya bagaimana tanggapan masing-masing keluarga untuk pelaksanaan pernikahan itu nantinya.

Tentu banyak faktor untuk menentukan bentuk acara pernikahan itu sendiri setelah disampaikan kepada keluarga. Karena bagaimanapun sekali lagi banyak pertimbangan, apakah sebuah pernikahan itu akan dilaksanakan dengan sederhana atau cukup meriah. Sederhana atau meriah itu juga berhubungan dengan siapa saja yang akan diundang nantinya.

Banyak pihak yang perlu diperhatikan ketika membicarakan masalah siapa saja yang akan diundang. Setidaknya ada berbagai pihak yang memiliki kepentingan. Yaitu dari pihak kolega orang tua cewek dan cowoknya, kemudian teman-teman cewek juga teman-teman cowoknya. Di sinilah pentingnya menghitung jumlah yang akan diundang. Hal ini sekali berhubungan dengan banyak hal yaitu, tempat pernikahan, jumlah konsumsi yang akan disuguhkan.

Prinsipnya semakin banyak melibatkan banyak orang untuk merencanakan pernikahan maka akan semakin matang perencanaan tersebut. Tentu saja semakin banyak orang biaya yang harus dikeluarkan semakin besar, kecuali kita memang benar-benar menggunakan prinsip ketat dalam pembiayaan. Namun terkadang pernikahan itu bukan hanya melibatkan pikiran, perasaan, tapi terkadang juga melibatkan gengsi.

Posting Komentar