Membaca Relasi Pernikahan dengan Circumplex Model of Marital and Family Systems

Table of Contents


Pernahkah kita bertanya, di mana posisi hubungan saya dengan pasangan saat ini? Pertanyaan ini sederhana, tapi sering dihindari. Bukan karena tidak penting, melainkan karena takut dengan jawabannya.

Banyak pasangan menjalani hari demi hari:

tetap bersama,

tetap menjalankan peran,

tetap tampak “baik-baik saja”,

namun di dalam hati muncul kebingungan, apakah hubungan kami sedang bertumbuh, atau hanya bertahan? Artikel ini tidak bertujuan menghakimi, melainkan menolong pembaca mengenali posisi hubungan, supaya perubahan bisa dilakukan perlahan, sadar, dan realistis.

Keluarga bukan sekadar perasaan, tapi sebuah sistem

Dalam ilmu relasi keluarga, salah satu kerangka yang banyak dipakai adalah Circumplex Model of Marital and Family Systems yang dikembangkan oleh David H. Olson. Olson melihat keluarga dan pernikahan bukan sebagai kumpulan emosi sesaat, melainkan sebagai sebuah sistem yang hidup.

Artinya:

perubahan satu orang memengaruhi yang lain,

relasi tidak bisa dibenahi sepihak,

dan kualitas hubungan tidak ditentukan oleh cinta saja, tetapi oleh pola yang dibangun bersama.

Dua Pertanyaan Utama dalam Circumplex Model 

Circumplex Model membantu kita bercermin lewat dua sumbu utama:

1. Seberapa Dekat Kami Secara Emosional? (Cohesion)

Pertanyaan reflektif untuk pembaca:

Apakah saya merasa aman untuk menjadi diri sendiri di hadapan pasangan?

Apakah kami cukup dekat, atau justru terlalu saling mengontrol?

Apakah kami masih punya ruang pribadi tanpa merasa ditinggalkan?

Relasi yang sehat tidak dingin, tetapi juga tidak melekat berlebihan.

2. Seberapa Lentur Kami Menghadapi Perubahan? (Flexibility)

Pertanyaan reflektif:

Apakah aturan dan peran di rumah terlalu kaku?

Apakah kami bisa beradaptasi saat menghadapi krisis?

Apakah keputusan selalu sepihak, atau bisa dibicarakan?

Keluarga yang sehat bukan yang tanpa aturan, melainkan yang punya struktur namun bisa menyesuaikan diri.

Komunikasi: Jembatan yang Sering Diremehkan

Olson menempatkan komunikasi sebagai penghubung dua dimensi di atas. Banyak pasangan berkata, “Kami jarang bertengkar.” Namun pertanyaan yang lebih penting:

Apakah kami benar-benar saling mendengar?

Atau hanya menghindari konflik?

Diam bukan selalu damai. Kadang ia hanya tanda bahwa emosi tidak punya ruang aman untuk keluar.

Lima Posisi Umum Hubungan Pasangan

Dari kombinasi kedekatan dan fleksibilitas, Olson memetakan kualitas relasi menjadi beberapa posisi, antara lain:

Vitalized – relasi hidup, hangat, komunikatif

Harmonious – stabil dan saling mendukung

Conventional – fungsional tapi cenderung datar

Conflicted – banyak konflik terbuka

Devitalized – tenang di luar, kosong di dalam

Penting dipahami: posisi ini bukan label permanen, melainkan potret kondisi saat ini. Dan setiap potret bisa berubah. “Pasangan saya belum sampai seperti saya” – apakah itu kegagalan? Ini pertanyaan yang sangat manusiawi.

Dalam pendekatan sistem keluarga, jawabannya jelas: bukan kegagalan. Relasi adalah proses saling memengaruhi:

satu ingin berubah lebih cepat,

yang lain masih belajar merasa aman.

Memaksa perubahan sering kali justru:

memperbesar jarak,

menambah resistensi,

dan merusak sistem yang sedang dibangun.

Perubahan yang sehat biasanya:

dimulai dari kesadaran diri,

dilakukan dengan konsisten,

dan memberi ruang bagi pasangan untuk bertumbuh sesuai ritmenya.

Keluarga Seperti Puzzle: Pelan, Tapi Menemukan Tempatnya

Membangun hubungan seperti menyusun puzzle yang rumit:

setiap keping berbeda,

tidak selalu langsung pas,

kadang harus diputar ulang berkali-kali.

Saat sabar, puzzle perlahan menemukan bentuknya. Saat frustrasi, potongan bisa tercerai-berai.

Circumplex Model menolong kita untuk tetap duduk di meja puzzle, bukan menyerah hanya karena hari ini belum rapi.

Pertanyaan Penutup untuk Refleksi Pribadi

Sebelum menuntut perubahan pasangan, coba tanyakan:

Di bagian mana sistem hubungan kami perlu dibenahi?

Apakah saya sedang membangun keseimbangan, atau sekadar memaksakan kehendak?

Langkah kecil apa yang bisa saya lakukan minggu ini?

Hubungan yang maksimal tidak dibangun dengan loncatan besar, melainkan dengan kesetiaan pada langkah kecil yang konsisten.

Penutup

Mengetahui posisi hubungan bukan untuk menyalahkan, tetapi untuk memberi arah. Karena keluarga yang sehat bukan yang sempurna, melainkan yang sadar sedang bertumbuh. Dan perubahan yang paling bertahan lama selalu dimulai dari keberanian untuk bercermin dengan jujur.


Posting Komentar